badge
Showing posts with label UNESA. Show all posts
Showing posts with label UNESA. Show all posts

Saturday, 19 September 2015

Perjalanan Laporan Akhir Tahun SM-3T | Edisi Malang-Surabaya (Bagian II)



Lanjutan dari tautan sebelumnya klik disini , Minggu, 13 September 2015 melanjutkan Finishing laporan diawali dengan print, kemudian ke percetakan untuk jilid soft cover dan diakhiri burning.
Burning Laporan 

Lega sekali rasanya laporan sudah selesai, rasanya beban mulai berkurang walau didalamnya hanya sepenggal yang saya laporkan terutama dalam cerita menarik. Banyak cerita yang ingin saya tuliskan dalam laporan tersebut tapi karena kendala waktu dan kondisi ya sudah lain kali saya ceritakan di blog ini secara lengkapnya.

Karena laporan udah selesai, perlu dirayakan yaitu jalan-jalan. Selama tugas di Papua Barat, jarang sekali pergi shopping terutama pakaian. selama di Sorong hanya 3 kali beli baju .



omah mode malang 
Mendengar diskon 70% di Omah Mode Jl. Suropati, Klojen, Kota Malang, siapa sih yang gak kalap, apalagi baju disana dari brended ternama. 
Beli jens, kemeca dan jaket. huaaaaa saya kalap mata dan bikin kempes dompet. Kalau jalan-jalan sama Mas Yanuar pasti bikin kalap mata, apalagi dia juga ikutan kalap hahahhah

Ruangan tidak terlalu luas tapi saya menghabiskan hampir 2 jam di tempat ini karena bingung milih. Ada Jens yang saya ingin beli, karena ukuran tidak pas akhirnya saya urungkan niat, terlebih dapat ejekan dari mas yanu untuk kecilin berat badan. Memang selama di Raja Ampat, saya mengalami kenaikan berat badan hingga 8 Kg dan saat ini sudah turun 5 Kg.

Selesai berbelanja, kami melanjutkan untuk makan siang dan mampir di Burger Buto. Niatnya ingin makan burger yang ada sayur eh....kami salah pesan dan burgernya berisi keju dan daging saja dengan tarif 26 ribu, minuman es teh 4 ribu dan buser 7 ribu
Burger Keju
ditempat ini ramai sekali, banyak pengunjung yang berdatangan tapi sayang sekali tempat ini sumpek, tidak ada kipas angin terutama ada beberapa yang merokok jadi terkesan pengap terlebih tempat duduk saling berdekatan antar meja atu dengan meja yang lain.

Selesai makan, kami melanjutkan ke keledai mie tomcat untuk mengambil tas, dan bersiap ke Surabaya. Sebelum berangkat Mbak Yayuk membuatkan mie, akhirnya makan lagi walau perut sudah terasa penuh tapi dapet rejeki ya Alhamdulillah.

Jam 4 sore saya melanjutkan perjalanan saya menuju Kota Surabaya dengan menaiki Bus dari terminal Anjosari, Mulai perjalanan di Fly Over di dekat terminal terlihat kemacetan yang luar biasa. Banyak wisata dari luar kota yang memilih menghabiskan weekend di Malang. Kalau di Jawa Barat destination utama weekend adalah Bandung, di jawa Timur adalah Malang.

Macetnya gak ketulungan...jalanan macet parah hingga jam 7 malam, saya masih sampai di area Sampoerna Pasuruhan. Jalanan menuju Malang sangat lancar dan ini kebalikan dari jalan ke arah Surabaya.

Saya tidak membawa bekal, airpun juga tidak bawa padahal malam itu saya kelaparan dan kehausan. Dekat jalan arteri di Pasuruhan baru ada pedagang asongan. Alhamdulillah sedikit bisa ganjal perut walau dengan air putih saja :-)

Setelah masuk tol Porong-Surabaya, jalanan kembali normal semula dan tiba di Terminal Bungurasih pukul 20.00 WIB dan lanjut menaiki bus kota ke tempat saudara yang berada di Jagir.







Setelah sampai di rumah, Alhamdulillah di suguhkan nasi goreng dan lanjut cuci baju karena semua baju kotor lalu istirahat dan tidur untuk persiapan besok menggumpulkan laporan

SURABAYA 

Senin, 14 September 2015 , saya berangkat ke gedung PPG pukul 8.00 WIB dari Jagir menuju Kampus UNESA di Lidah Wetan. Ternyata sesuai kesepakatan teman-teman di BBM untuk tiba pukul 09.00 WIB hanya sebuah cerita manis di BBM. Ketika saya menginjakan kaki di gedung PPG masih sepi dan dari kloter Raja Ampat hanya Fendik seorang diri.

Ada teman SM-3T dari Maluku Barat Daya sudah berkumpul dari pagi. Mereka berencana akan ke Jember untuk bersilaturahmi di rumah Alm. Isnaini yaitu salah satu teman seperjuangan SM-3T dari MBD yang gugur saat menjalankan tugas. Memang resiko saat bertugas sudah dipaparkan sebelum test wawancara. Teringat satu tahun yang lalu kami semua di kumpulkan untuk melihat video perjuangan guru SM-3T. Saat itu SM-3T angkatan dua berduka karena harus kehilangan dua guru hebat di tempat tugas yaitu di Aceh. Setelah pemutaran video, panitia mengatakan kepada kami, jika masih ada keraguan maka bisa meninggalkan ruangan karena yang dibutuhkan adalah tekad yang kuat dan iklas menjalani pengabdian nan jauh dari Jawa.

Pukul 9.30 WIB beberapa teman sudah menampakan diri, ternyata ada beberapa yang masih jilid, ada yang print ada yang burning . Tak lupa sebelum mengumpulkan laporan kami bernasis ria karena telah sebulan kita tidak berkumpul bersama.

Raja Ampat dengan gaya jari tangan membentuk huruf R dan 4


Personil kami tidak lengkap, ada beberapa teman yang menitip laporan dengan memaketkan karena faktor jarak tempuh yang jauh. Selain itu ada yang masih belum selesai mengerjakan karena batas maksimal pengumpulan adalah besok.

Setelah bernasis ria di lantai dasar kami menyerahkan laporan di lantai dua, dan jepret-jepret lagi


Lanjut turun lagi untuk ambil sertifikat. Teman-teman begitu bahagia pengabdian setahun bisa mendapatkan sertifikan yang luar biasa 

angkat sertifikatnya teman-teman 
Senyum bahagia terpancar karena pernah menghirup kehidupan nan jauh disana. Jauh dari orang tua, keterbatasan fasilitas, menemukan budaya dan teman baru serta membagikan ilmu kepada yang membutuhkan di daerah 3T. Walau hanya satu tahun kami mengabdi disana, tapi pengalaman yang luar biasa yang kami peroleh. menjadi lebih dewasa dan menyukuri artinya hidup. 
Ingat saat berangkat ada keraguan dalam diri apakah saya bisa menjalaninya, dan ternyata saya BISA :-) . pa yang menjadi ketakutan di dalam fikiran belum tentu selamanya benar sebelum menjalani menjadi lakonnya karena suatu hipotesis harus dibuktikan.

Karena saya sudah punya janji kepada Mas Irfan untuk membawakan sedikit oleh-oleh dari Lilinta, saya menghabiskan waktu untuk menunggu jam 3 sore di rumah Yuli  yang lokasinya dekat dengan Gedung P3G. Trimakasih sekali telah kepada Yuli yang telah menjamu untuk makan siang dengan menu bakso dan es campur :-) .

Setelah itu, saya mengantarkan oleh-oleh karena mas Irfan mengajar full di sekolah. Mas Irfan merupakan rekan SM-3T angkatan 3 yang di tugaskan di Lilinta. Itu adalah momen pertama saya bertemu dengannya karena secara kebetulan dia PPG di UNESA yang sebelumnya ikut SM-3T dari LPTK UNM. Saya bawakan sagu buatan mace lilinta, dan selamat menikmati sagunya ditemani segelas kopi di P3G. Angap saja lagi di Lilinta mas :-)

Bersama teman-teman, kami melanjutkan di Suka-Suka untuk karaoke sejenak untuk melepas penat telah bergulit dengan laporan. Mengetahui tempat, terlintas kenangan Karaoke di NAV Sorong dengan ruangan yang jauh berbeda. Disini kami bisa kesana kemari untuk bergaya karena ruangan yang begitu luas. 

karaoke bersama
Begitu meriah dan heboh selama dua jam, hingga petugas tidak mengingat waktu selesainya. Saya berpisah dengan Yuli, Ayu dan Masha. Sedangkan grup Misool yaitu saya, Eva dan Fina melanjutkan perjalanan ke Royal Plaza untuk makan malam sekalian menunggu Maya selesai memberikan les privat.

Di Royal Plaza kami memesan makanan dengan menu nasi goreng dengan porsi jumbo seharga 25 ribu. Beli satu dibagi bertiga itulah kebersamaan kami saat di tempat tugas, mangan gak mangan sing penting ngumpul. Selesai makan kami menuju di Kampus UNESA Ketintang karena Maya sudah menunggu disana.
Metihat danau Unesa di Malam hari merupakan kali pertama bagi saya, karena selama danau ranum Unesa sudah ada, saya belum pernah kesini pada saat malam hari, dan itu merupakan moment pertama. 

Tak terasa waktu sudah larut, kami kembali pulang. Eva dan Fina ikut bersama saya, dan tidur bersama di tempat Pak De. Sekasur untuk bertiga mengenang saat di Rumah Kepsek selalu tidur bertiga .
 

Thursday, 17 September 2015

Perjalanan Laporan Akhir Tahun SM-3T | Edisi Malang (Bagian I)

Pagi ini, saya lagi bersemangat untuk menulis cerita di Blog. Banyak ide dan cerita yang terkadang hanya disiarkan dikepala tapi susah sekali untuk menuangkan dalam bentuk tulisan.
Spirit yang membara dan akhirnya harus disegerakan.

Setelah sebulan kepulangan di Tanah Jawa, pihak LPTK memberikan batas toleransi untuk mengumpulkan laporan akhir tahun hingga 15 September 2015. Berhubung laptop masih sekarat karena LCD retak akibat kelalaian saya saat di tempat tugas, akhirnya membuat saya menunda untuk mengerjakan hingga laptop kembali ke semula.
Dibantu Mas Yanuar dalam mengurusi laptop, ternyata LCD yang rusak harus diganti dengan LCD yang baru dan habis 600 ribu. (LCD Asus EE PC). Terimakasih atas bantuannya apalagi sampai detik ini masih ngutang :-D. 

LCD baru dan mulus 

Yes, akhirnya laptop sudah bisa dipakai dan semangat bekerja.
Tapi apa daya, rasa malas kadang melanda dalam perjalanan menuju final laporan.

"Power of KEPEPET" istilah ini saya adaptasi dari teman , dan  akhirnya berjalan juga sampai rela lembur dan bergadang dengan serius mengerjakan di detik-detik akhir pengumpulan.
Semula punya rencana sebelum hari sabtu harus selesai, ternyata saat berangkat ke Malang harus membawa pekerjaan. 
Sabtu, 12 September 2015 Perjalanan Nganjuk-Surabaya via Malang dengan rencana semula berangkat pukul 7.00 WIB  eh....yang jemput molor sampai jam 10.00 WIB.

Panas-panas menuju Malang menaiki sepeda motor dan melihat pemandangan hutan yang kering-kerontang.
Lama gak naik motor, pas dibonceng pantat jadi pegel, dan mampir sejenak di Pujon untuk istirahat di Omah Kayu. Dengar-dengar lagi HITS tempat wisata ini, dan ajang selfie anak gaul gitu di Instagram/Path.
Karena penasaran seperti apa, akhirnya kesana juga. Jalanan yang cukup menanjak dan curam harus berhati-hati apalagi jika musim hujan.

Bayar karcis 5000/orang, tempat wisata ini di kelola dinas Kehutanan lho.Sampai disana narsis dulu hahha


Iconnya Omah Kayu 
Karena musim kemarau, tanah terlihat kering sekali dan debu berterbangan kema-mana. Pengunjung saat itu sangat ramai, dan dipenuhi aura anak muda.

Saat berjalan ke tujuan utama yaitu OMAH. ternyata apa yang terjadi.
Papan informasi di depan pagar
Yup...saya tidak beruntung sekali untuk melihat Omah Kayu. 
Kalau begitu harusnya petugas memberikan informasi di depan pembelian tiket agar wisatawan tidak kecewa. Untuk mengobati kekecewaan saya menikmati pemandangan disekitarnya, melihat kota Batu dan Malang dari atas bukit dengan ditemani teriknya matahari.
Paralayang 

Kota Malang dan Batu dari ketinggian 
Kami melanjutkan perjalanan ke Kota Malang setelah beristirahat sejenak dan menuju di Keladai Mie Tomcat di dekat Kampus Malang Kucecwara. Hari ini merupakan pembukaan perdana yang sebelumnya tempayt makan ini berada di Jalan Soekarno-Hatta, Malang

Tomcat yang baru 

Istirahat sejenak sambil silaturahmi dengan teman-teman disini, sekalian pembagian harta gono-gini batu Raja Ampat hhe dan berakhir mengerjakan laporan lagi dari Sore hingga pukul 19.00 WIB Alhamdulillah Finish :-)....MERDEKA ....................!!!!!!!!!!!
Besok pagi lanjut proses ke Percetakan untuk Print, Soft Cover dan Burning dan melanjutkan agenda jalan jalan dulu sebelum menuju kota Pahlawan .


Friday, 21 August 2015

Kampung Lilinta Kearifan Lokal yang terus terjaga sampai nanti

Saat saya sudah tiba di Jawa saya masih merasakan sedih didalam hati, meninggalkan mutiara hitam yang jauh disana di selatan Raja Ampat yaitu di kampung Lilinta. Rinduku pada kampung halaman itu bukan karena pesona alamnya tapi keramahan masyarakat yang luar biasa.

Setahun ku mengajar disana tak henti-hentinya mendapatkan hal baru, ilmu baru dan tradisi baru dalam hidup. Walau tinggal di kampung dimana harga bahan pokok mahal, air tawar juga susah meskipun dibelakang rumah terhampar air laut yang membiru luasnya, sinyal juga susah tapi aku bersyukur mendapatkan masyarakat yang ramah dan bersahaja.
Kampung ini mayoritas muslim dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

 "Susah satu susah semua, senang satu senang semua" itulah yang ku rasakan. dimana tiap acara pasti masyarakat baur membaur untuk membantu. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi dikampung halaman disini dimana budaya gotong royong sudah mulai rapuh. Yang penting punya uang nti bisa cari tukang dan pembantu tapi itu semua tak berlaku di kampung Lilinta karena semua rela untuk saling gotong royong walau harus meninggalkan pekerjaan 1-3 hari demi pekerjaan dinas .

Alhamdulillah setiap momen di kampung, selalu tak melewatinya mulai mandi safar, acara kepergiaan dan kedatangan jamaah haji, Ramadhan dan Lebaran disana dan masih banyak lagi. nanti akan aku ceritakan semua satu persatu di blog ini.

Terimakasih SM-3T LPTK UNESA yang memberi ku kesempatan untuk mengabdi di Raja Ampat
Terimakasih Dinas Pendidikan Kab Raja Ampat yang memberikan kesempatan untuk di tugaskan di SMA N 4 Raja Ampat.
Terimakasih Bapak Abdul Manaf Wihel sekeluarga, engkau adalah keluarga pertama bagiku saat di Raja Ampat .
Terimakasih Masyarakat Kampung Lilinta dan semuanya tak bisa aku sebutkan satu persatu....


Sunday, 16 August 2015

Persiapan Prakondisi SM-3T



Ucap syukur Alhamdulillah , akhirnya saya lolos tahap akhir SM-3T angkatan keempat, kegiatan prakondisi telah menanti di depan mata. Hati ini merasa deg-degan kemanakah ladang pengabdianku selama satu tahun kedepan dan akan diumumkan saat prakondisi.
Mengapa penempatan ini di umumkan saat prakondisi? Diharapkan peserta tidak kabur jika dia mengetahui wilayah penempatnnya sebelum prakondisi. Bisa saja mengundurkan diri dan tidak mengikuti prakondisi dengan berbagai alasan.
Unesa tahun lalu di tempatkan di kab Sumbawa timur, kab Talaud, Kab aceh singkil, Kab Mamberamo Raya, Kab Mamberamo tengah, dan Kab Maluku barat daya. Dalam hati ingin sekali di tempatkan di Kab Talaud. Tapi jika tidak sesuai dengan harapan, saya akan menerimanya dengan senang hati. Karena guru profesional harus siap di tempatkan dimanapun berada.
Nah, kapan Jadwal prakondisinya? Jadwal semula tanggal 8 agustus, dan Alhamdulillah diundur menjadi 14 Agustus. Mulai sekarang sudah nyicil  persiapan barang apa saja yang akan dibawa nanti. UNESA mengumumkan bagasi maksimal 15 Kg . sedikit amet ya, dan dilarang membawa koper.
Apa saja persiapan yang saya lakukan? Saya bagikan info persiapanku menuju medan pengabdian.

1. TAS
Hal kebutuhan pokok adalah TAS, mengapa? Karena tidak boleh membawa koper. Dari informasi yang saya ikuti di grup FB, memang daerah papua dibandara menyarankan untuk tidak  membawa koper karena pesawatnya kebanyakan perintis. Jadi kurang fleksibel jika membawa koper. Tas yang saya bawa Alhamdulillah tas yang biasanya dibawa bepergian keluar kota bersama keluarga. Untuk tas saya mendapatkan pinjaman dari keluarga dan teman. Jadi saya tidak rempong untuk membeli tas baru. Tas yang disarankan ukurannya medium atau kecil ya sejenis tas gunung. Harga tas gunung bervariasi. Mulai dari 150-700ribu tergantung model, merk dan jenis bahan yang digunakan.

2. BAJU KERJA
Mengajar siswa tidak menggunakan pakaian seperti jaman anak kuliah. Harus lebih formal dan santun karena kultur mereka juga sudah berbeda. Mungkin di kota ada beberapa guru yang memakai baju formal tapi terkesan ketat dan glamor. sedangkan di tempat pengabdian mereka jauh dari hiruk pikuk masyarakat modern. Jadi sebisa mungkin memakai baju kerja yang santun dan tidak berlebih supaya tidak ada kesan pamer dan menunjukan bahwa masyarakat "modern". Luruskan niat, karena mengajar bukan sebagai ajang pamer baju dan tas. Bukan maksud ingin menyindir, tapi tingkah laku pegawai di instansi di perkotaan mulai merambat sebagai ajang menunjukan jati diri dan pamer perhiasan, tas yang bermerk dan kerudung saja yang lagi trend juga ikut meramaikan.Astaqfirullah..
Baju kerja yang saya bawa kebanyakan rok dan baju batik, kemeja dan baju pramuka (baju pembina pramuka). Hindari baju yang terkesan ketat dan glamor, sebab guru itu contoh teladan yang baik dan contoh langsung karena siswa menangkap dari visual , tingkahlaku guru juga direkam siswa.

3. BAJU GANTI
Bawalah baju ganti seperlunya dan tidak terkesan ketat dan glamor. Saya membawa baju kaos yang longgar dan lengan panjang karena saya berjilbab. Untuk celana Jens hanya membawa 2 potong, 4 potong kaos, 3 celana trainiing, 2 rok  berbahan kaos spandek.

4. SLEEPING BAG
Untuk kebutuhan ini bagi saya sangat penting, karena selain untuk selimut juga bisa difungsikan sebagai kantong tidur. Saat di tempat tugas, saya mendapatkan rumah kosong. Selama setahun sleeping bag ini sangat berguna dan terutama ketika pendampingan kemah saya bawa untuk alas dan selimut di tenda.

5. KEBUTUHAN SEHARI-HARI "BAWA SEPERLUNYA"
Saya mengarisbawai "seperlunya" karena saat prakondisi ada yang membawa beras, mie, sambal, kecap dan bumbu -bumbu lainya layaknya kalian takut KELAPARAN. Tenang saja, disana bahan makanan pokok harganya masih sesuai seperti di JAWA selama belanja di KOTA. Selama di SORONG untuk bahan makanan pokok harganya sama dan masih ada Mall. Disana kalian akan diberikan kesempatan untuk berbelanja di kota untuk belanja kebutuhan pokok. Jadi gak usah membawa bahan-bahan yang membuat anda tersiksa di bagasi karena "Over Bagasi".

6. BIBIT TANAMAN
Bibit tanaman sangat berguna dan dapat menjadi kesibukan rutinitas diwaktu kosong. Asiknya bercocok tanam seperti kacang panjang, bayam, kangkung, gambas dapat dijadikan contoh bagi masyarakat disana untuk mengoptimalkan ladang .

7. OBAT-OBATAN
Jika kalian memiliki riwayat penyakit dan memiliki obat khusus sebaiknya kalian membawanya dari rumah. Obat-obatan memiliki waktu expired yang sangat lama sekitar2-3 Tahun. Mengapa lebih baik disiapkan di awal karena belum tentu obat tersebut ada ditempat tugas.

Itulah persiapan yang disiapkan sebelum berangkat.


Saturday, 27 December 2014

Pengabdianku Di Mulai Dari Ribuan Pulau (Bagian I)

Waktu yang dinanti tiba juga, dimana aku harus meninggalkan tanah Jawa yang penuh kenangan. 

Disini aku dilahirkan....
Disini aku dibesarkan selama 23 tahun..
Disini aku di sekolahkan dan menimba ilmu  selama 18 tahun...
dan Disini ku dibuai dengan gemerlap infrastuktur, teknologi dan kenyamanan hidup...
dan hari ini aku harus meninggalkan sementara selama satu tahun.

Terbang ke tanah Papua, tanah yang kaya, surga kecil yang jatuh di Bumi Ibu Pertiwi wilayah Timur Indonesia, jika melihat peta ternyata jauh juga. Ini adalah kesempatanku kedua keluar dari pulau Jawa. Dulu penggalaman pertama saat di Bali acara IM3 Holiday selama 4 hari , dan sekarang di Pulau Papua selama 1 tahun. Misi utama adalah mengabdi dan mendidik laskar mutiara hitam disini.

Rabu, 27 Agustus 2014 Pesawat Sriwijaya mengantarkan 20 peserta SM-3T UNESA angkatan 4 berangkat dari Bandara Juanda dengan tujuan Sorong. Kami didampingi oleh tiga dosen yaitu Bu Lutfi, Bu Lusi dan Pak Yoyok. Hati ini sedih ketika berpisah dengan orang tua, keluarga dan teman tercinta tapi ku yakinkan hati ini dan mengatakan satu tahun itu cepat.


Perjalanan dari Kodikmar menuju Juanda sore hari dok.Pribadi
Pesawat kami transit di Makasar tiba pukul 00.30 WITA dan kilauan lampu di pantai Losari bisa kami nikmati dari atas pesawat. Kami bersyukur bisa menginjakan kaki di Pulau Sulawesi walau itu hanya sekedar transit. Menurutku bandara disini lebih elok daripada di Juanda mungkin karena baru direnovasi :-D

Ikon replika kapal phinisi  khas rakyat Makasar di Bandara Sultan Hasanuddin dok.Pribadi

Kami melanjutkan perjalanan menuju Sorong pukul 04.00 WITA dan tiba di Bandara Dominique Edward Osok Sorong pukul 07.30 WIT. 
Bersama teman, kami saling membantu mencari tas kami, dan Alhamdulillah semua lengkap tidak ada yang hilang. Perjalanan kami belum usai, kami bergegas menuju pelabuhan rakyat sekitar 3 km dari bandara. Kendaraan kami sungguh istimewa menandakan kami SM-3T sejati, walau terik matahari kota Sorong sangat menyengat, kami tidak risau karena tekad dan semangat kami untuk mengabdi sudah bulat.

Tiba di Pelabuhan kami melanjutkan jalur laut dengan menggunakan Kapal Berkat Mulia  tujuan Waisai dengan harga tiket 100 ribu/orang dan ditempuh selama 1,5 jam. Sebelum perjalanan Bu Lutfi membagikan nasi bungkus dengan menu nasi padang lauk ayam. Sensasi ayam di Kodikmar masih menggoyang lidah kami, karena selama pendidikan menu lauk  andalannya yaitu ayam, telur, ayam  “Ayamnya bertelur, telurnya menetas jadi ayam dan begitulah siklusnya seperti makanan kita”


Selama perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa, laut biru di kelilingi pulau kecil yang merupakan bagian dari wilayah Raja Ampat. Raja Ampat bagaikan Piring yang terbelah karena begitu banyak ratusan dan mungkin ribuan pulau yang tersebar di wilayah ini. Kami melihat Pulau Salawati dari atas kapal yang merupakan salah satu gugusan pulau terbesar di wilayah Raja Ampat. Pulau ini lokasinya paling dekat dengan Sorong, akan tetapi tidak seluruh wilayah di Pulau Salawati merupakan bagian dari Raja Ampat (padahal satu pulau) . Raja Ampat merupakan daerah pemekaran dari wilayah Sorong 9 tahun silam.

Pulau Salawati satu dari empat pulau besar di Raja Ampat dok.Pribadi
Pukul 12.00 WIT kami tiba di Pelabuhan Waisai dan melanjutkan perjalanan menuju penginapan sementara di daerah kimindores. Lokasinya 1 km dari pantai WTC. Penginapan ini mungil sekali, berbentuk  rumah panggung dengan kamar mandi dalam dan setiap kamar dihuni maksimal dua orang. Suara burung dan deru ombak yang berada di depan penginapan membuatku ingin segera melusuri pantai di Waisai.
Hotel Imelda dok.Pribadi 
Selesai berbenah diri, sorenya kami menelusuri pantai WTC “Waisai Torang Cinta” untuk menikmati sunset. Cuaa yang cerah dengan hangatnya mentari sore  diiringi angin yang berhembus merdu  seakan menyambut kedatangan kami dengan ramah. Jejak kegiatan Sail Raja Ampat masih terlihat jelas di pantai ini dimana kegiatan ini menjadi sorotan berita nasional dan internasional betapa kayanya Indonesia mempunyai obyek wisata yang tak tertandingi.

Senja di WTC dok.pribadi
Walau matahari tengelam di ufuk barat tak bisa ku menatapnya, kulayangkan rinduku di barat Indonesia.
Aku sudah sampai di tempat tugas...
Lika-liku kehidupan di Papua akan segera dimulai..
Doamu selalu menyertaiku..
Doamu membuat ku kuat untuk menghadapi sesuatu...
Mutiara hitam telah menunggu kehadiranku...
Aku tak tau bagaimana keadaan tempat tugas kelak...
Dari perjalanan pengabdian disinilah ku harus belajar...
Belalajar dari keterbatasan...mensyukuri dari segala keterbatasan....
Tetap semangat







Sunday, 13 July 2014

20 Mei 20 Juli 20 Agustus

Tidak terasa proses seleksi SM-3T sudah selasai pada tahap akhir. Sekarang saatnya berdoa untuk pengumuman kelulusan final nanti 20  Juli 2014. Saya ingin berbagi cerita dari awal seleksi hingga sekarang ini. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang ingin mencoba tahun depan jika masih dibuka (karena sudah ganti menteri :D )

1. Pendaftaran 21 Mei – 15 Juni 2014
Tahap awal ini adalah pendaftaran secara online di website www.seleksi.dikti.go.id/sm3t , ternyata sangat berbeda dari tahun sebelumnya yaitu nama dan NIM kita harus terdaftar di PDPT Dikti. Data di PDPT tersebut menginformasikan nama kita terdaftar di Dikti mulai dari tahun masuk, tanggal lahir hingga status kelulusan kita. Banyak Universitas yang belum mengupdate data sehingga banyak calon peserta saat mengentri NIM mereka dan tidak muncul  data mereka, dan ada juga yang bermasalah dengan tanggal lahir yang salah penulisannya, dan saya sendiri bermasalah status kelulusan saya dituliskan “masih aktif” yang berarti saya belum lulus. Saya tidak memusingkan itu semua karena saat pendaftaran kita melampirkan scan ijazah dan transkrip dan nanti panitia bisa membaca sendiri kalau saya sudah lulus. Proses melengkapi data diri dan scan foto, ijazah dan transkrip semuanya lancar lanjut klik verifikasi data selesai.


Koneksi internet yang stabil juga mempengaruhinya pada tahapan ini. Ada teman saya satu jurusan dan satu angkatan yaitu Endah juga berniat ikut. Ketika dia daftar dia mendapatkan nomor peserta dan passwod dari web. Ketika dia loggin kembali, terjadi kegagalan dan akhirnya meminta saya untuk membantu permasalahannya. Alhamdulillah masalahnya udah selesai dan passwodnya saya rubah sesuai keinginannya agar mudah diingat.  Saya dan Endah banyak berdoa semoga lulus verifikasi berkas, aamiin J.

2. Verifikasi Berkas oleh Panitia 16-20 Juni 2014
Pada tahap ini terjadi perubahan jadwal yang harusnya finalisasi  berkas hingga 16 Juni. Permasalahannya adalah tingginya minat pendaftar tapi datanya belum lengkap. Ada yang belum mengisi formulir, ada juga yang belum mengupload ijazah/transkrip/ foto. Menurut informasi dari situs resmi SM-3T, Saat dibuka pendaftaran 21 Mei 2014 antusias pendaftar memang sangat tinggi, terhitung sampai 7 Juni 2014 pendaftar SM-3T Angkatan IV sudah mencapai 8.682 dengan 5.285 calon peserta belum melakukan finalisasi. Banyak sekali yang ikut terutama dari Unesa yang ikut hampir 600san untuk memperebutkan tiket berangkat yaitu hanya kurang lebih 200 kursi. Pokoknya saya pasrah aja kalo ini memang jalan saya maka Allah pasti memberikan kemudahan J

3. Pengumuman 23 Juni 2014
Saya sudah mulai wanti-wanti mulai dari membaca grup facebook  dan ternyata pengumumannya bukan jam 00.00 tapi diundur jam 16.00. yah, sedikit gugup apakah saya lolos verifikasi atau tidak. Saat pukul 17.30 saya membuka akun saya, dan Alhamdulillah lolos. Saya menguhubungi Endah ternyata dia juga lolos. Jadi ikut senang semoga kami berdua diberikan kemudahan. Dari posting facebook yang say abaca di grup SM-3T ada juga yang memposting bahwa tidak lulus. Alasannya kerena akreditasi kampus/ prodi yang masih C, IPK yang kurang dari 3.00 , mahasiswa transfer atau jurusannya tidak dibutuhkan. Ada peserta yang akreditasi masih C tapi lolos verifikasi, saya kurang tahu alasannya yang tepat kenapa itu terjadi.

Ujian online di selenggarakan 1-3 Juli2014 dan saya mendapatkan ujian hari pertama dan gelombang pertama. Alhamdulillah saya dan endah memiliki jadwal yang sama jadi bisa bareng ketika berangkat. Kami penasaran berapakah jumlah mahasiswa  prodi kimia di Unesa yang ikut, apakah masih sepi seperti 3 tahun yang lalu ataukah ramai dipenuhi adik kelas atau teman satu angkatan. Ya…dilihat saja saat ujian online, semua akan ketahuan :-D

4. Ujian Online 1 Juli 2014 Gedung A Jurusan Teknik, Kampus Ketintang Unesa
Saya dan endah berangkat bersama naik kereta  Dhoho  pukul 15.45 dari Kediri. Kami menempuh perjalanan luar biasa panjang, sampai di Wonokromo pukul setengah 9 malam. Dulu saat kuliah, Kediri-Surabaya hanya 3-3,5 Jam. Tapi saat ini semakin lama waktu tempuh karena rute yang dilaluinya berubah yaitu melintasi Sukomoro, Nganjuk untuk ganti kepala karena menghindari asongan di Stasiun Kertosono. Sekarang stasiun tersebut memang sudah tidak ada asongan, tidak ada ibu yang jual pecel langganan saat menanti ganti kepala kereta. Apalagi bulan ini adalah bulan puasa padahal saya kangen dengan pecel langganan saya.

Akhirnya sampai juga di Wonokromo, saatnya turun dan berganti becak menuju ke Pak Poh dan menginap disana. Saya iseng membuka grup di facebook ternyata ada kisi-kisi soal ujian test online untuk ujian tiap bidang yang dikuasai di web resmi SM-3T, dan mempelajari bersama-sama padahal sudah larut malam. Capek sudah melanda apalagi punggung saya pegal sekali karena lama duduk di kursi, lebih baik tidur saja dan dilanjutkan besok saja.

Pukul 6.00 kami berangkat menuju lokasi ujian dan sebenarnya terlalu pagi. Saya belum print kartu peserta. Sambil menanti waktu kami mengelilingi Unesa kampus ketintang dan ternyata banyak perubahan yang terjadi disana. kampus lebih rapi, banyak banggunan baru. Bapak Muchlas Samani merupakan bapak pembangunan UNESA J . Semoga Pak Warsono yang baru terpilih menjadi rektor yang baru meneruskan cita-cita beliau.

Kami bergegas menuju lokasi ujian yang berada di lantai 3 gedung A-7. Sistem pengerjaan soal menggunakan CAT dari TPA dan TKD. Lumayan buat latihan test CPNS menggunakan CAT sehingga nanti jika mendapat kesempatan menggikuti ujian tidak gaptek banget. Kami menunggu di luar ruangan hingga komputer yang dipakai ujian benar-benar sudah siap. Saat kami menanti, ternyata kami bertemu dengan teman satu angkatan saya yaitu Munifatun dan adik kelas saya Novi. Wah berarti banyak peminat kimia, apalagi novi menceritakan bahwa teman-teman mereka banyak yang ikut. Dalam hati senang kimia unesa banyak yang minat, tapi juga deg-degkan karena persaingan juga semakin sengit .hehe.

Dalam ruangan kami terdapat 30 lebih komputer dan jumlah peserta dalam ruangan itu untuk kimia ada 4 orang. Waktu sudah masuk ruangan ternyata jaringan komputer masih belum connect, sehingga molor ujiannya hingga 30 menit. Ujian pertama adalah TPA sebanyak 60 soal (sedikit lupa pastinya). Dalam penilaian soal juga ada aturannya seperti masuk perguruan tinggi negeri. Soal TPA ya seperti soal pada umumnya, yang lumayan bingung klo soal logika , atau soal cerita yang muter-muter bacaannya. Saat menit ke 15 ada tragedi yaitu server putus, padahal waktu terus berjalan karena menggunakan jam di komputer. Permasalahan itu hampir menyita waktu 10 menit dan kejadian ini ternyata juga menimpa LPTK lain. Ada LPTK yang menunda jadwal, dan ada juga menambah waktu pengerjaannya. Sedangkan di UNESA test terus berjalan   dan tidak ada penambahan waktu. Komputer Endah bermasalah sehingga dia ganti komputer sampai 3 kali.

Setelah mengerjakan TPA, lanjut mengerjakan soal bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 30 soal. Banyak bacaan dalam soal ini, sehingga harus jeli juga. Tahap akhir adalah TKB sesuai dengan bidang dan saya mendapatkan bidang kimia. Soal kimia seperti soal UN SMA tapi lebih banyak menekankan perhitungan kimia. Jumlah soal tersebut adalah 40, dan pengerjaannya 1,5 jam. Dari keseluruhan soal tidak saya kerjakan 100%, karena juga eman kalau salah -1. Saya mengejakan yang pasti dan yakin. Suasana mengerjakan kurang kondusif karena banyak beserta gaduh sendiri karena errornya komputer/ jaringan  dan saat memilih jawaban a,b,c atau d cara kliknya juga susah jadi harus “cetek…cetek..” mousenya berulangkali sampai berubah tanda. Saya dan Endah optimis lolos tahap selanjutnya walau Sesi pertama untuk hari pertama banyak kendala dan buang-buang waktu karena sistem.

 5. Pengumuman Hasil Test Online 5 Juli 2014
Pengumuman seleksi ini maju dari jadwal yang seharusnya tanggal 7. Alhamdulillah saya dan Endah lolos pada tahap ini dan diberikan kesempatan untuk lanjut ditahap akhir yaitu wawancara.
Untuk tahap akhir ini banyak berkas yang harus dikumpulkan yaitu fotokopi ijasah dan transkrip legalisir, SKCK di POLRES, SKBN saya mengurus di rumahsakit bayangkara habis 150ribu, Surat pernyataan tidak menikah selama tugas, mau ditempatkan diseluruh NKRI dan ijin orang tua (semua bermaterei). Alhamdulillah dari awal saya sudah di ijinkan orang tua sehingga tidak terkendala dalam perijinan. Berkas ini dikumpulkan saat wawancara tanggal 11 Juli 2014. Saya dan Endah juga Alhamdulillah mendapatkan sesi wawancara yang sama dan kelompok yang sama juga.

Pada saat hari H, banyak peserta yang mundur sebelum berperang yaitu mengundurkan diri dan tidak hadir. Termasuk adik kelas dan teman seangkatan saya juga mengundurkan diri. Dari UNESA yang lolos tahap ini berjumlah 225 peserta dan dikelompokan menjadi 3 kelompok. Sebelum wawancara kami menyerahkan berkas dan menuju ruang wawancara yang sudah di sediakan. Setiap ruang terdapat 5 peserta dan satu dosen. Saya dan endah tidak ditempatkan pada ruang yang sama. Sebelum menuju ke ruangan kami dikumpulkan dengan peserta lain dia Aula gedung PPG UNESA yang masih baru dan untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki disini. Acara dibuka dengan sambutan dari direktur PPG Unesa dan menceritakan bahwa jumlah peserta pendaftar mencapa 13.000 dan yang lolos test online ada 3000 peserta. Saya merasa bangga masih bertahan hingga tahap ini.

Di tempat tersebut, di putarkan film documenter tentang SM-3T di tanah Papua hingga kejadian tahun 2012 ada dua peserta SM-3T yang gugur saat menjalankan tugasnya di Aceh terseret arus sungai. Memang tempat pengabdian SM-3T di daerah terluar, terdepan dan tertinggal. Kondisi alam sangat jauh berbeda di Jawa. Setelah acara tersebut peserta dihimbau menuju ruangan wawancara. Di ruangan 8.14 terdapat 5 peserta yaitu 2 peserta dari UNESA (termasuk saya sendiri) dan 3 peserta dari UNEJ. Wawancara berlangsung satu jam dan metodenya diskusi. Kami berdiskusi tentang program, hambatan dan solusi. Hal tersebut juga terjadi di ruangan Endah yang beda satu lantai dengan saya. Dia bercerita ada 1 peserta tidak hadir dan 1 peserta mengundurkan diri karena belum siap ikut program ini.

Setelah selesai, kami turun di lantai dasar untuk mengukur jaket, kaos dan sepatu . Harapan kami semoga kami lolos saat pengumuman 20 Juli dan mengikuti prakondisi 8 Agustus mendatang. Aamiin J